18 Mei 2014

Kisah Unik dari Beberapa Tokoh Dunia

Khubilai Khan
Kaisar Mongol yang sangat kejam dan ekspansif ini ternyata memiliki sisi toleransi yang sangat tinggi. Percaya tidak, Khubilai Khan adalah tokoh pemimpin dunia pertama yang menyatakan bahwa hari-hari besar agama Buddha, Kristen, Yahudi, dan Islam dijadikan sebagai hari libur resmi kenegaraan.



Asal tahu saja, Khubilai Khan adalah cucu dari Genghis Khan yang sangat legendaris itu yang memiliki kekuasaan yang merentang dari perbatasa eropa, Timur Tengah, hingga hampir seluruh Asia Timur pada abad ke-13.
Dengan kata lain, hari libur resmi kenegaraan pada tiap hari besar agama di dunia memang memungkinkan untuk dilakukan oleh Khubilai Khan karena luasnya wilayah kekuasaannya.


Galileo Galilei
Tokoh yang satu ini mungkin menjadi salah satu manusia yang kurang beruntung selama hidupnya. Bahkan setelah mati sekalipun, Galileo tetap mengalami kesulitan. Setelah pandangan-pandangan ilmiahnya soal tata surya membuat dirinya berurusan dengan pihak gereja, kematiannya pun dirundung masalah.



Saat kematiannya pada tahun 1642, jasadnya tidak langsung dikubur, tapi tetap disimpan hingga tahun 1737,kira-kira hampis seabad. Tak cukup hanya itu, sebelum dikubur di Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang bangsawan tega memotong tiga jari Galileo sebagai “kenang-kenangan”.
Dua dari jari itu kemudian dimiliki oleh seorang dokter Italia, dan jari ketiga-sepotong jari tengah-saat ini berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di Florence, Italia, dipajang menunjuk ke langit di atas tiang marmer.


Abraham Lincoln
Tahun 1831 dia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tahun 1832 dia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal. Tahun 1833 dia kembali bangkrut (kasian banget ya..). Tahun 1835 istrinya meninggal dunia. Tahun 1836 dia menderita tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa.



Tahun 1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato. Tahun 1840, ia gagal dalam pemilihan anggota senat AS. Tahun 1842, dia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS. Tahun 1848 ia kalah lagi di kongres. Tahun 1855, lagi-lagi gagal di senat. Tahun 1856 ia kalah dalam menduduki kursi wakil presiden.
Tahun 1858 ia kalah lagi di senat. Tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat. Siapakah dia? Dialah Abraham Lincoln. Intinya adalah jangan pernah menyerah dengan berbagai kegagalan yang pernah dialami, bahkan seberat apapun cobaan itu. Coba dan coba lagi!


Johannes Brahms
Kalau ada yang mengatakan seorang yang bergelut di bidang seni memiliki perasaan yang halus, maka cobalah baca fakta berikut ini. Johannes Brahms (1833-1897), komposer besar Jerman, adalah salah seorang yang sangat membenci binatang.



Di kala santai atau sedang mencari inspirasi, komposer ini sering pergi ke loteng rumahnya dan mempersiapkan busur dan anak panah. Di sana hampir tiap waktu ia memanah kucing-kucing milik tetangganya. Kebiasaan buruk ini terus dilakukannya hingga sepanjang hidupnya! (ini mah sadis namanya)


Napoleon Bonaparte
Saat berperang di Timur Tengah tahun 1799, dirinya bermaksud melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis, ketika Perancis berhasil merebut Jaffa.



Saat itu Napoleon sedang terserang influenza. Saat menginspeksi pasukan, Napoleon terserang batuk berat hingga ia mengatakan “Ma sacre toux” (Batuk sialan). Perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan “Massacrez Tous” (Bunuh semua).
Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh. Hanya karena batuk sang jendral dan kuping perwira yang error!


Wilhelm Steinitz
Di masa jayanya, Wilhelm Steinitz adalah salah satu pemain catur paling cemerlang di dunia. Namun saat semakin tua, ia secara perlahan-lahan dijangkiti kegilaan, dan sering merasa bahwa ia dapat menelepon seseorang tanpa menggunakan telepon, ataupun bermain catur tanpa menyentuh bidak.



Puncak kegilaannya terjadi saat Steinitz mengumumkan kepada masyarakat luas bahwa ia hendak menantang Tuhan untuk bermain catur. Lebih parah lagi, ia menawarkan fur satu bidak dalam pertandingan ini! Gile bener ya...

13 April 2014

About Vladimir Putin

Vladimir Vladimirovich Putin was born on October 7, 1952 in St Petersburg, then known as Leningrad. He was raised as an only child; his two brothers died young, one shortly after birth, the other of diphtheria during World War II. Although it was officially prohibited by the Communist law, Putin was baptized in the Russian Orthodox faith. In his youth he was often called Putka. His father, Vladimir Spiridonovich Putin, was a factory foreman and died in August 1999 (his mother, Maria Ivanovna Putina, died six months earlier).

Mr Putin has good command of English and German and he is fond of sports, especially wrestling. He has been going in for sambo (a Russian style of self-defence) and judo since the age of 11. He won the sambo championships of St Petersburg many times and became Master of Sports first in sambo and later in judo. Putin doesn't smoke and he is not an excessive drinker.

Vladimir Putin is married to Lyudmila (1958) and has two daughters: Katya (1985) and Masha (1986). They were both born in Dresden, Germany and now attend an international school in Moscow. The Putins love animals; they own a white poodle called Tosca. Lyudmila is a graduate of the philological department of the Leningrad State University. After studying, she first worked as a stewardess in Kaliningrad and then as a schoolteacher. She speaks German, Spanish and French.

Vladimir Vladimirovich Putin studied law at State University in St Petersburg, then known as Leningrad. After graduating in 1975, he worked in the KGB's foreign intelligence service, mainly in Germany. He left the KGB in 1990 and became an ally of liberal Anatoly Sobchak, the mayor of St Petersburg, whom he met during his study. He first became Mr Sobchak's head of external relations and then served as deputy mayor from March 1994. When Mr Sobchak lost power in 1996 it was another liberal, deputy Prime Minister Anatoly Chubais, who recommended him for a job in the presidential administration. There he rose to be deputy chief-of-staff before being asked, in July 1998, to take charge of one of Russia's new security services, the Federal Security Bureau (FSB), replacing Nikolai Kovalyov. Subsequently, President Boris Yeltsin appointed him as head of the powerful Security Council. After Boris Yeltsin sacked Sergei Stepashin in August 1999, he became Russia's prime minister. On the last day of the 20th century, Boris Yeltsin resigned and appointed him as acting president. Presidential elections were held on March 26, 2000. Putin received 52.94 percent of all votes. The inauguration took place on May 7, 2000.


Until the presidential elections, Vladimir Putin had no experience of elected office. Putin was not renowned as a charismatic speaker - his nickname used to be the "grey cardinal". During recent summits though, he proved to be an excellent speaker indeed. He is said to be most popular among young people, Muscovites and educated people. His reputation is of a good chairman and organiser. Putin is a candidate of economic sciences (1996).

Boris Yeltsin introduced him to the Russian people by saying that "he will be able to unite around himself those who will revive Great Russia in the new, 21st century". Sergei Stepashin later described him as a "decent and honest man". Boris Nemtsov, a former deputy prime minister, said that "he’s a decent, tough and energetic man who was out of public politics due to the specifics of his job". During a summit in June 2000, U.S. President Bill Clinton praised him for "surely being capable of creating a strong and prosperous Russia". After Former Soviet leader Mikhail Gorbachev met with Mr Putin in August 2000, he told that "he's certainly no threat to the Russian democracy".
Sumber artikel situs mencoba hal-hal yang baru

23 Maret 2014

10 Cara Melepaskan Belenggu Diri Sendiri

1. Hadapi kenyataan: Mungkin saja yang menjadi “polisi tidur” penghambat jalan sukses anda adalah diri anda sendiri. Seringkali langkah tersulit membebaskan diri kita dari kesulitan adalah mengakui bahwa sebenarnya kita adalah biang keladi kesulitan. Karena itu, saat anda menghadapi masalah di jalan mencapai kesuksesan, pertimbangkan dengan hati-hati apakah anda merupakan sumber semua masalah tersebut.

2. Anda dapat melakukan apa yang anda inginkan. Namun bagaimanapun, anda mungkin tidak mampu melakukan semua yang anda inginkan. Belenggu kita adalah kita berusaha untuk melakukan semua hal dalam sekali waktu yang sama. Meski kita bekerja keras untuk melakukan segala hal, pada akhirnya kita hanya akan menyelesaikan sedikit hal saja. Yang kita perlukan sebenarnya adalah memusatkan perhatian pada satu atau dua proyek saja, karena hal ini justru meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan apa yang anda inginkan.

3. Agar mendapat gambar yang jelas, anda pelu fokus. Begitu anda mengetahui proyek-proyek mana yang akan anda erjakan, anda harus memfokuskan diri pada apa yang benar-benar diperlukan untuk mengerjakannya. Susunlah rencana selangkah demi selangkah apa dan kapan anda harus mengerjakan.

4. Apa yang tertulis di atas kertas adalah rencana, sedangkan apa yang tertulis di kepala adalah mimpi. Beberapa orang segan untuk menuliskan rencana-rencana mereka. Menulis rencana di atas kertas merupakan langkah awal menuju pencapaian hasrat seseorang. Tanpa rencana tertulis, kebanyak orang akan memulai suatu proyek namun segera perhatiannya akan teralihkan oleh banyak hal kecil yang muncul kemudian.

5. Bila anda bergerak itu belum berarti maju. Gejala pasti anda dalam belenggu kesulitan adalah saat anda telah bekerja keras namun tidak jua mendekati titik sasaran. (Hal ini sering terjadi juga pada orang-orang yang tidak mau menyusun rencananya secara tertulis.) Agar anda dapat bergerak maju, anda harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan pada saat yang diperlukan pula.

6. Tidak memilih adalah pilihan. Penghalang jalan lain yang kita ciptakan sendiri adalah terlalu banyak memikirkan pilihan-pilihan sehingga membuat kita tidak melakukan apa-apa. “Saya bila melakukan A, B, atau C. Kalau begitu sebaiknya saya pikirkan baik-baik,” begitulah angan-angan kita. Kemudian kita mulai merenungkannya, namun kita sama sekali tidak memutuskannya. Sebenarnya pada saat itu kita melakukan sesuatu, yaitu memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Tapi coba tebak apa hasilnya? Bila anda tidak melakukan apa-apa maka hasilnya pun bukan apa-apa.

7. Pusatkan pada apa yang akan berhasil. Beberapa orang sangat pandai mencari-cari alasan mengapa sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jangan melipatgandakan sesuatu yang akan berakibat negatif. Lipat gandakalah seuatu yang positif. Berkonsentrasilah pada apa yang akan berjalan baik bagi anda.

8. Bila tidak berhasil, jangan kerjakan. Salah satu pertanda “manusiawi” adalah “mengerjakan hal yang sama secara terus-menerus, namun mengharapkan hasil yang berbeda.” Saya cenderung untuk menyatakan itu sebagai pertanda “humanitas”. Terkadang banyak orang tidak mampu mengakui bahwa sesuatu tidak berjalan dengan semestinya karena alasan harga diri, “sudah dari sononya”, atau sikap keras kepala. Jika itu adalah anda, maka terimalah moto baru: “Jangan lakukan!” Bila segala sesuatunya tidak berjalan, hentikan, setel kembali persenelling, baru kemudian bergerak maju.

9. Bila anda tidak tahu, mintalah pertolongan. Kita tidak dapat mengetahui segala hal. Kita pun tak kan mampu memecahkan semua persoalan. Ada banyak konsultan, penasehat, dan pembimbing yang dapat diajak kerja sama oleh anda untuk memecahkan persoalan anda. Mintalah pertolongan mereka.

10. Bila tidak membuat anda bahagia, jangan kerjakan. Melaju di jalur menuju kesuksesan anda tidaklah mudah. Mungkin anda tidak mendapatkan keceriaan di setiap langkah anda sehingga membuat anda ingin kembali mundur ke garis start. Namun demikian, secara keseluruhan anda seharusnya merasa bahagia karena ini adalah jalan yang anda pilih. Bila anda tidak merasa bahagia maka anda perlu mengevaluasi tujuan anda atau bagaimana anda mencapai tujuan
tersebut.

(diadaptasi dari: 10 Tips to Getting Out of Your Own Way – Jim Allen)

16 Februari 2014

Cara mengawal emosi diri

Amat penting mengawal emosi supaya kita tidak cepat melenting yang akan menyebabkan kesan yang lebih buruk dlm jangka masa panjang.

1. Mengubah posisi
*dalam keadaan berdiri (ketika kita emosi), maka kita harus duduk…
*dalam keadaan duduk (ketika kita emosi), maka kita harus berbaring..

2. Kembalikan Semuanya Kepada Allah
Kita sering lupa pada Allah kalau kita emosi kan.. makanya, kita harus ingat pada-Nya gan.. coz Dia juga yang dapat mengatur kehidupan kita di dunia.

3. Minum Air Putih
Sangat menakjubkan . Boleh baca buku yang judulnya ialah THE TRUE POWER OF WATER

4. Koyak kertas
Jika emosi itu datang dari seseorang atau lebih, maka cubalah tulis namanya di kertas atau buku .. Conteng atau koyakkan kertas itu bagaikan kertas itu adalah apa yang kita jadikan objek emosi.. tapi jangan terlebih nanti org kata korang psycho pulak.

sumber : www.isuhangat.net

19 Januari 2014

Jangan Terlalu Lama Mencelup Teh

Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas.

Teh diakui berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Teh juga telah menjadi konsumsi bagi masyarakat sebagai minuman sehari - hari. Teh dikemas dalam bentuk teh celup juga teh bubuk. Namun ada yang perlu diperhatikan pada teh celup, yaitu pemakaiannya. Teh celup sebaiknya tidak dicelupkan terlalu lama.

Ini berlaku untuk semua teh, berwarna maupun teh hijau. Ini disebabkan adanya kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh celup. Zat ini fungsinya untuk disinfektan kertas sehingga kertas akan terbebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama.


Kertas dengan klorin tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga.
Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang dan kanker. Sehingga dianjurkan jangan mencelupkan teh celup dalam waktu lama. 


Jika mencelup kantong teh lebih dari 3 - 5 menit, klorin akan ikut larut dalam teh.
Dan banyak khasiat teh yang tertinggal dalam minuman teh. Agar terhindar dari kemungkinan - kemungkinan penyakit, sebaiknya jangan mencelup kantong teh lebih dari 3 menit.

Sumber : lautanindonesia.com