Tampilkan postingan dengan label Kisah Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Kehidupan. Tampilkan semua postingan

12 November 2014

Senyuman Sinis Sang Bidadari Kecil

Pagi hari yang sama,
Termenung waktu yang sama,
Rasa aneh yang sama,
Bersatu dalam diam yang lama.

Sepasang alat terpasang di telinga,
Terlihat langkah pemuda di sekitar,
Tanpa bunyi dan tanpa suara,
Yang terasakan hanya hambar.

Kenangan hari indah teringat kembali,
Ingin setiap saat menjalaninya,
Keinginan dan mulut ini tidak sesuai,
Sang mulut tak mau ucapkan kata.

Wajahnya yang Sinis,
Senyumnya yang Manis,
Cubitannya yang Imut,
Tepukannya yang Lembut.

Kamu memang seperti Bidadari Kecil saja...


- Rama Andika -

25 Oktober 2014

Aku menangis 6 Kali untuk Adikku

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi demi, orang tuaku membajak tanah kering kuning dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik laki-laki, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih daripada aku mencintainya.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan, yang mana semua gadis di sekelilingku keliatannya memliki dan membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"

Dia mengankat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan napas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.


Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kira memberikan hasil yang begitu baik, hasil yang begitu baik." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela napas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku : "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"

Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikirkan jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu.."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis terus menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoles sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.

"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manager pada departemen pemeliharaan. tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reperasi.

Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika, ketika ia mendapatkan sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manager? Manager tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia memberla keputusannya. "Pikirkan kakak ipar --ia baru saja menjadi direktur dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manager seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata dan sambil menangis aku berkata yang sepatah-sepatah : "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"

"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa banyak berfikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar dari bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumuman perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.


(Di kutip dari "I Cried For My Brother Six Times")

17 Oktober 2014

100 Hari waktuku Mengenal CINTA

Suatu hari di Taman Kampus, ada 2 orang remaja, laki dan perempuan. Sebut saja namanya Peter dan Tina. mereka berdua duduk santai tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tak sengaja Tina berbicara spontan,
Tina: “Huuaahh bosen banget! Aku berharap Aku bisa punya pacar yang bisa berbagi denganku”.
Peter: “Hmmm.., sepertinya cuma tinggal kita berdua yang masih jomblo. Cuma kita berdua yang sama2 belum punya pasangan”.
(Keduanya mengeluh dan diam beberapa saat)

Tina: “Aku punya ide bagus, gimana klo kita adakan permainan?”.
Peter: “Eh? Permainan apa?”.
Tina: “Gampang, Aku jadi pacar Kamu, Kamu jadi pacar Aku. Tapi cuma buat 100 hari. Gimana menurut Kamu?”.
Peter: “Boleh juga. Lagian Aku juga ga punya rencana apa2 buat beberapa bulan kedepan”.

Tina: “Kalo gitu semangat dong! Hari pertama kita jadian nih. Mau jalan2 ke mana kita?”.
Peter: “Gimana klo kita nonton aja? Filmnya lagi bagus2 tuh di bioskop”.
Tina: “Wah boleh juga, habis nonton kita karaoke yuk!”.
Peter: “Boleh juga! Aku pengen denger suara Kamu. Hehe”.
(Mereka pun pergi nonton dan berkaraoke. Setelah itu Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)

Hari ke 2 
Peter dan Tina menghabiskan waktu berdua di sebuah cafe. Mereka bercanda sambil mengobrol. Suasana cafe yang remang2 dan lantunan suara musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang, Peter membelikan sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3 
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan untuk membeli sebuah miniatur mobil2an. Setelah itu mereka beristirahat di food court. Makan sepotong kue dan segelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.


Hari ke 7 
Peter dan Tina bermain bowling. Tangan Tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25 
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41 
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67 . .
Mereka menghabiskan waktu di Dufan. Naik Halilintar, makan es krim bersama dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka Teddy Bear untuk Tina dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72 
Mereka pergi Ke PRJ (Pekan Raya Jakarta). Melihat meriahnya pameran lampion dari Negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan, “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”. Kemudian peramal itu meneteskan air mata sambil menggenggam tangan Peter dan Tina.

Hari ke 84 
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan alas kaki dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.


Hari ke 99
Peter memutuskan untuk menjalankan hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah bangku di taman kota.

15.20 
Tina: “Aku haus, duduk dulu yuk sebentar!”.
Peter: “Duduk di sini. Aku beli minuman dulu ya. Kamu mau minum apa?”.
Tina: “Aku aja yang beli. Kamu kan cape habis nyetir seharian. Sebentar yaa”.
Peter mengangguk, karena kakinya memang sudah pegal setelah menyetir. Karena di Jakarta selalu macet dimana-mana.

15.30 
Peter sudah menunggu selama 10 menit dan Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal berlari ke arahnya dengan wajah panik.
Peter: “Ada apa Pak?”.
Bapak: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Sepertinya perempuan itu adalah temanmu”.
Peter segera berlari bersama dengan Bapak itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23.53 
Dokter: “Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik. Saat ini dia masih bernafas, namun Yang Maha Kuasa akan segera menjemputnya. Kami menemukan surat ini di dalam kantung bajunya”.
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajah Tina pucat tetapi terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan Tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter . .
Hari ke 100 kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang Kamu jutek, ketus dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa Kamu adalah pria yang sangat berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang Aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin Kamu menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap Kamu juga bisa berada disisiku seumur hidupku. "Peter, Aku sangat sayang padamu".

23.58 
Peter: “Tina, apakah Kamu tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Tina, Kamu tidak bisa meninggalkan Aku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu Tina. Jangan tinggalkan Aku, jangan biarkan Aku kesepian! Tina, Aku sayang Kamu!”.

Jam dinding berdentang 12 kali . .
Jantung Tina berhenti berdetak . .

Hari itu adalah hari ke 100 . .

Pesan yang dapat kita ambil dari Cerita ini yaitu
Katakan perasaanmu pada orang yang Kamu sayangi sebelum terlambat.
Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kamu tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Sekian.

Cerita diatas saya baca dari berbagai situs ketika menjelajah dunia maya dan beberapa saya edit biar sesuai. banyak sumbernya, jadi maaf kalo belum saya cantumkan asalnya. terima kasih.

16 Oktober 2014

Kemunculan dengan suatu hal yang lain


2 buah kalender telah saling bergantian untuk saling mengisi tempat kelander pendahulunya di meja kerja ini. Dalam 2 waktu masa itu telah terjadi banyak hal di sekeliling yang terus berubah dan berkembang.

Terbesit di pikiran untuk menuangkan pikiran yang banyak mengganggu perasaaan ini.

Teringat akan sebuah catatan online di masa lalu, tergerak untuk mencoba membuka kembali kenangan kegiatan masa lalu itu. Catatan harian online ternyata masih berdiam tegak tak bergerak. Kucoba membuka tiap halaman catatan online ini, terlintas banyak kenangan yang saling bergantian mengingatkan kenangan dan membuat otak ini untuk refresh mengingat kembali kejadian di hari tersebut.

Untuk pertama kalinya tumbuh suatu perasaan yang belum pernah di rasakan oleh jiwa ini. Sesuatu perasaan yang aneh dan unik. Perasaan yang dahulu selalu diperhatikan dan mengacuhkan, sekarang berbalik memerhatikan dan teracuhkan.

Kepercayaan diri yang mulai tumbuh berkembang melebihi pemikiran, perlahan mulai surut kembali efek perasaan aneh ini.

Apakah ini yang di namakan anak jaman sekarang dengan nama “Galau”...?

Mudah mudahan saja Tidak.
- mencoba tuk menyangkal...

14 Desember 2010

Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi

Sekedar info yang saya dapatkan, terdapat suatu kata yang harus kalian pikirkan dengan baik karena mungkin nantinya dapat berguna bagi kita.
Kata tersebut ialah ” jangan meremehkan imajinasi.”

Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu.

Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja?

Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.
Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.

Untuk mudahnya, pembaca, ada dua kisah tentang kekuatan imajinasi yang ingin saya ceritakan di sini. Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.
Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.
Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.
Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya.

Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.


Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.



Bulatkan tekad


Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss
Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.
Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.
Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”
Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu…dalam pikiran saya.”


Dua kisah nyata di atas menceritakan tentang kekuatan imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita.
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.
Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita.

Dengan kekuatan imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.
Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.
Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.


Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan.
Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. Dan…the dreams will come true!


Bersumber dari buku ”Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi” oleh Anthony Dio Martin,
Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing Director HR Excellency

1 Agustus 2010

Kelebihan dari Fotosintesis

Tidak diragukan bahwa tumbuhan memegang peran utama dalam menjadikan bumi sebagai tempat yang dapat dihuni. Tumbuhan membersihkan udara untuk kita, menjaga suhu bumi tetap konstan, dan menjaga keseimbangan proporsi gas-gas di atmosfir. Oksigen yang kita hirup di udara dihasilkan oleh tumbuhan. Bagian penting dari makanan kita juga disediakan oleh tumbuhan. Nilai nutrisi tumbuhan, seperti juga keistimewan tumbuhan lainnya, dihasilkan oleh sel-sel yang dirancang khusus.



Berbeda dari sel manusia dan hewan, sel tumbuhan dapat memanfaatkan langsung energi matahari. Tumbuhan mengubah energi matahari menjadi energi kimia dan menyimpannya sebagai nutrisi dengan cara yang sangat khusus. Proses ini disebut “fotosintesis”. Sebenarnya, proses ini bukan dilakukan oleh sel melainkan oleh kloroplas, organel sel yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Organel kecil berwarna hijau ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Ia merupakan satu-satunya laboratorium di bumi yang mampu menyimpan energi matahari dalam zat organik.

Setiap tahun, seluruh tumbuhan di muka bumi dapat menghasilkan zat-zat atau bahan-bahan sebanyak 200 miliar ton. Hasil yang sangat penting bagi semua makhluk hidup ini terealisasi melalui proses kimia yang sangat rumit. Ribuan pigmen “klorofil” dalam kloroplas bereaksi terhadap sinar matahari dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 1/1000 detik. Itulah sebabnya mengapa banyak aktivitas yang terjadi dalam klorofil belum bisa teramati.
Mengubah energi matahari menjadi energi listrik atau energi kimia merupakan terobosan teknologi terbaru. Untuk melakukannya diperlukan peralatan berteknologi tinggi. Sebuah sel tumbuhan, yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, telah melakukan tugas ini selama jutaan tahun.

Sistem yang sempurna ini lagi-lagi menunjukkan Penciptaan — untuk dilihat seluruh manusia. Sistem fotosintesis yang sangat kompleks ini merupakan mekanisme yang di-rancang dan diciptakan oleh Allah. Inilah sebuah pabrik tanpa tanding yang disusutkan menjadi bidang sangat kecil di dedaunan. Rancangan tanpa cacat ini hanyalah salah satu dari tanda-tanda yang mengungkapkan bahwa semua makhluk hidup diciptakan oleh Allah, Pemelihara seluruh alam.

Sumber artikel situs Harun Yahya

15 Juli 2010

True Friendship

Have you ever wondered what the real essence of the saying "A Friend in Need is a Friend Indeed" is? People talk about the true value of friendship actually without knowing what it stands for. True friendship is the one, in which the individuals do not have to maintain formalities with each other. Sharing true friendship is the situation, when the person you are talking about is counted as one among your family members, when the relation you share with him/her reaches a stage that even if you don't correspond for sometime, your friendship remains unscathed. Best friends need not meet up often to make sure that the friendship remains constant.

The trust between best friends is such that if one friend falls in trouble, the other will not think twice to help. If the bond between two friends is strong, true friends can endure even long distances. For them, geographical separation is just a part of life. It would not affect their friendship. They make it a point to stay in touch, even in the verge of being exhausted due to the drudgery of everyday life. True friendship never fades away. In fact, it grows better with time. True friendship thrives on trust, inspiration and comfort. Best friends come to know, when the other person is in trouble, merely by listening to their "Hello" over the phone. They can even understand each other's silence.

True friends don't desert each other when one is facing trouble. They would face it together and support each other, even if it is against the interests of the other person. Best friends don't analyze each other; they don't have to do so. They accept each other with their positive and negative qualities. Nothing is hidden between true friends. They know each other's strengths as well as weaknesses. One would not overpower the other. They would respect each other's individuality. In fact, they would understand the similarities and respect the differences. Best friends don't stand any outsider commenting or criticizing their friendship and they can put up a very firm resistance, if anyone does so.

True friends are not opportunists. They don't help, because they have something to gain out of it. True friendship is marked by selflessness. Best friends support even each other, even if the whole world opposes them. It is not easy getting true friends for the lifetime. If you have even one true friend, consider yourself blessed. Remember, all best friends are friends, but not all friends can be best friends. In this world of cynics and back stabbers, there are still some people who are worth being friends with. They have to be recognized and respected for being best friends, for the lifetime.

sources : http://www.iloveindia.com/

7 Juli 2010

10 Hal Penyebab Kegagalan yang Sering Dilakukan

Percakapan adalah merupakan kunci kesuksesan bagi seseorang. Seseorang bisa sukses karena dia berhasil membangun hubungan dengan rekan kerja, atasan, rekan bisni, dan sebagainya. ubungan yang sukses ini semuanya adalah diawali dengan sebuah percakapan. Apabila percakapan anda tidak disukai, maka otomatis hubungan tidak akan berjalan. Selain itu sebuah percakapn juga dapat menunjukkan kepribadian, intelektualitas, dan kehidupan spiritual seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana membangun sebuah percakapan yang menyenangkan lawan bicaranya sehingga hubungan bilateral bisa terjadi dengan baik. Akibatnya, lawan bicara akan menjadi bosan, tidak tertarik, bahkan meninggalkan anda. Hal ini tentunya bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti negosiasi yang gagal, pesan yang di batalkan, penundaan kenaikan gaji, dan sebagainya.

Oleh sebab itu pintar-pintar lah membangun sebuah percakapan. 10 Hal yang bisa menjadi penyebab sebuah kegagalan adalah:

1. Mendominasi percakapan
Rekan anda lagi bercerita tentang pengalaman nya yang mengerikan. Namun ternyata anda merasa pengalaman anda lebih mengerikan daripadanya. Maka anda pun memotong sebelum dia selesai dan berkata, "Itu masih belum seberapa, saya waktu itu malah lebih mengerikan lagi". Pada saat anda mengatakan hal tersebut, hal itu menunjukkan bahwa anda adalah orang yang suka mendominasi percakapan dam tidak berniat untuk mendengarkan orang lain. Anda berharap andalah yang didengar orang. Hal ini tentu saja akan menyebabkan rekan anda yang sedang bercerita tersebut menjadi kesal terhadap anda.

2. Pandangan mata
Pandangan mata sewaktu melakukan percakapan dengan rekan kerja, atasan, maupun rekan bisnis anda sangatlah penting. Dari pandangan mata bisa kelihatan bagaimana sikap lawan bicara anda terhadap anda. Kalau matanya melotot terus, bearti ada hal yang kurang disukai nya selama percakapan tersebut. Kalau rekan anda tidak pernah memandang ke anda, bisa berarti dia kurang hormat atau meremehkan anda. Oleh sebab itu janganlah melotot terus ataupun menghindari tatapan mata selama percakapan.

3. Pura-pura mendengar

Lawan bicara anda bisa saja memancing dengan bertanya kembali apa yang telah dia katakan. Inilah saatnya anda akan terjebak apabila anda hanya berpura-pura mendengar.

4. Salah sasaran
Berhati-hatilah dalam melontarkan humor karena bisa saja anda salah sasaran. Contoh: anda melontarkan humor tentang istri rekan bisnis anda yang mungkin dirasakan kurang pada tempatnya bagi rekan bisnis anda.

5. Merasa ikut tenar.
Anda mengatakan anda kenal dengan pengusaha atau konglomerat A ke rekan bisnis atau kerja, mungkin hal ini awalnya akan menarik minat dan perhatian mereka. Akan tetapi apabila anda terus-terusan omongi konglomerat tersebut, hal ini mungkin saja bisa mengesalkan lawan bicara anda.

6. Semua tentang diri sendiri
Hanya menceritakan tentang diri sendiri tanpa memberi kesempatan kepada lawan bicara juga bisa berakibat jelek terhadap hubungan anda dengan lawan bicara.

7. Hal-hal negatif
Dalam pembicaraan anda jangan selalu kelihatan curiga atau hanya membicarakan kejelekan orang lain

8. Jawaban pendek
Jawaban pendek menunjukkan anda kurang berminat untuk berbicara dengan lawan bicara anda

9. Terlalu banyak bicara
Berilah lawan bicara anda kesempatan untuk berbicara

10. Ingin terlihat pintar
Ingin kelihatan pintar malah bisa sebaliknya sehingga anda kelihatan bodoh karena dari percakapan anda lawan bicara anda bisa menilai seberapa pengetahuan anda.


http://www.melonproperty.com/blog/in/10-hal

4 Juli 2010

Keajaiban yang terdapat pada tubuh kita

Ada begitu banyak keajaiban yang tersimpan dalam tubuh manusia. Mulai dari gerak reflek kelopak mata yang berkedip secara berkala untuk melindungi mata hingga pada kenyataan kuku pada jari manusia yang tetap tumbuh meski sudah dipotong berulangkali.

Jika bicara tentang tubuh, ilmu pengetahuan seolah tak pernah berhenti untuk bereksplorasi dan hasilnya selalu saja ada penemuan baru yang mampu membuat kita terkagum-kagum. Beberapa fakta di bawah ini misalnya, pasti bisa membuat Anda tercengang juga. Mari kita intip bersama.

Tubuh mampu memproduksi aspirin sendiri
Makan buah dan sayur bisa membantu tubuh untuk menghasilkan obat penahan sakit sendiri. Penemuan Journal of Agriculture and Food Chemistry mengindikasikan bahwa partisipan yang mendapat asupan benzoic acid, salah satu zat alami yang terkandung dalam buah dan sayur, mampu memproduksi asam salisil sendiri. Asam salisil sendiri merupakan komponen penting penyusun aspirin yang berguna untuk mencegah peradangan dan mampu melepaskan rasa sakit.

Tidur siang saat kerja sebenarnya menguntungkan bagi para bos
Selama 20 menit tidur siang bisa meningkatkan kondisi waspada seseorang, meningkatkan mood, dan pasti produktivitas jadi membaik. William Anthony, salah satu penulis buku THE ART OF NAPPING AT WORK mengatakan bahwa tidur siang berdampak siaga hingga beberapa jam setelah bangun.

Selain itu, jantung juga ikut mendapatkan keuntungan saat tidur siang. Dalam sebuah studi yang dilakukan selama enam tahun terhadap partisipan dewasa Yunani menemukan bahwa pria yang tidur siang setidaknya 3 kali seminggu memiliki risiko 37 persen serangan jantung yang lebih rendah.

Ejakulasi bisa menyebabkan suami bersin
Beberapa pria mengalami kesakitan, pusing, atau bersin saat mereka mengalami ejakulasi. Meningkatnya aktivitas saraf selama orgasme itulah yang diduga menjadi penyebab timbulnya sakit kepala. Sedangkan penyebab bersin sendiri adalah karena otak sebagai pusat orgasme merangsang tubuh untuk bereaksi menguap dan bersin.

Setiap lidah manusia memiliki 'cetakan' yang berbeda
Sama seperti sidik jari, lidah manusia itu unik adanya. Bisa dijulurkan keluar, melindungi mulut dari tertelan benda tertentu, dan tak bisa ditiru cetakan struktur permukaannya. Tekstur geometris yang ada di permukaan lidah berbeda pada setiap orang sehingga bisa juga dipakai untuk mengidentifikasi seseorang.

Kaki merupakan 'pelabuhan' organ-organ penting
Kulit di telapak tangan dan kaki memiliki ketebalan lebih kurang 4 milimeter dan kulit kaki merupakan kulit yang paling tebal dari seluruh kulit di tubuh manusia. Selain itu, ada banyak kelenjar dari berbagai organ penting yang berlabuh di kaki. Pantas saja ahli refleksi bisa tahu jenis penyakit yang diidap dari pijatan pada bagian kaki.

Usus buntu ternyata berguna juga
Diklaim sebagai organ yang tak memiliki fungsi apapun, sebenarnya usus buntu juga diciptakan untuk tujuan tertentu. Apa itu? 'Hunian aman' bagi bakteri menguntungkan yang dibutuhkan usus untuk membantu proses pencernaan. Saat seseorang menderita diare, isi perutnya biasanya terkuras keluar. Usus buntu inilah yang kemudian menjadi tempat bernaung bagi bakteri menguntungkan agar tidak ikut keluar dari tubuh.

Tubuh manusia lebih tinggi saat pagi hari
Pada pagi hari tubuh manusia rata-rata lebih tinggi setengah inci daripada malam. Hal ini berkat kelebihan cairan dalam tubuh yang ada di antara tulang belakang, yang biasanya 'terisi' selagi kita tidur. Begitu hari lewat, saat tubuh beraktivitas, cairan di area tulang belakang ini pun merembes keluar sehingga tubuh jadi menyusut dan lebih pendek.

Tubuh manusia bersinar di dalam gelap
Kondisi ini terungkap jika menggunakan kamera ultra sensitif. Tubuh ternyata mampu memancarkan sejumlah sinar kecil yang (sayangnya) terlalu lemah untuk dideteksi dengan mata biasa.

Perut memproduksi lapisan baru tiap 3 hari sekali
Mengapa? Untuk mencegah asam lambung memakan perut itu sendiri, bila seseorang sedang berpuasa atau tidak makan apapun. Untuk 10 fakta berikutnya, tunggu di artikel selanjutnya ya.

Sumber : metrotvnews

24 Juni 2010

How To Get Her Back (Get Or Win Her Back) And Be A Man

Now some men can deal with stress, there are few guys who supposely think that it is not simple to forget an ex girlfriend. They will attempt to go back to that woman or simply ring her every day wishing that will influence her to re-ignite the old fires which died days ago.

Basically you have to realise if you cannot get over her by now after searching on google, you have a problem. Do you know why? Cause she is not into you, it's likely that she doesn't even return your calls, if you didn't know, she is bitch slapping you. Probably she's enjoying a good sex with another man but here you are, thinking about all the great activities you did together. I'll tell you pal you've got to get your life correctly.

The argument you can't forget her, is not that you love her so much or she is the most gorgeous woman since the last queen of Spain, NOPE. You can't get over her cause you have a VOID within. Yes I'll say it again, you have a void inside you. You haven't found a solution to satisfy so you believe you can find it on her. NO! She won't be capable to fill it out for you . As a matter of fact nobody can, others might show you directions but you alone have to fulfil it.

Are you confused?

This is what I mean; the hole I'm uttering about is called neediness. Many men are not able to be themselves, they must have a woman on their side to feel like real men. The most painful thing is that, they assume the other individual (girlfriend) will make them feel real. If they don't get one, they become weak. They miss positive self-image and they can't be themselves till they receive the approval of others. If you are one of these gentlemen then you should evolve to break that conduct immediately.

You have to find what that void is; you need to ask yourself why you need that girl so hard, what makes you like her. After you find the answer then dig deeper for more answers. This will help you to recognize about yourself. It could be similar to feeling great or the necessite for acknowledgement. After you get the accurate answer learn activities that will cause you to feel powerful. Is it studying new things, risky venture, discovering new sciences, it might be anything. Once you have your wants satisfied you will feel more strong and self-confident the quality that is attractive and winning to women.

Our ebook will instruct you to fill the void inside so you can advance and begin a new intimacy without being needy.
------------------
by Nancy Moon
------------------
Sumber Goarticles.com

21 Maret 2010

Most Money

Peran uang yang semakin merajalela.

Uang semakin berkuasa.
Bayangkan saja..,
uang sangat berpengaruh pada suatu kehidupan.
Merubah sikap orang,
bahkan menjadikan permasalahan yang sangat serius dalam suatu keluarga..