Tampilkan postingan dengan label Kisah Hubungan Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hubungan Manusia. Tampilkan semua postingan

12 November 2014

Senyuman Sinis Sang Bidadari Kecil

Pagi hari yang sama,
Termenung waktu yang sama,
Rasa aneh yang sama,
Bersatu dalam diam yang lama.

Sepasang alat terpasang di telinga,
Terlihat langkah pemuda di sekitar,
Tanpa bunyi dan tanpa suara,
Yang terasakan hanya hambar.

Kenangan hari indah teringat kembali,
Ingin setiap saat menjalaninya,
Keinginan dan mulut ini tidak sesuai,
Sang mulut tak mau ucapkan kata.

Wajahnya yang Sinis,
Senyumnya yang Manis,
Cubitannya yang Imut,
Tepukannya yang Lembut.

Kamu memang seperti Bidadari Kecil saja...


- Rama Andika -

25 Oktober 2014

Aku menangis 6 Kali untuk Adikku

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi demi, orang tuaku membajak tanah kering kuning dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik laki-laki, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih daripada aku mencintainya.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan, yang mana semua gadis di sekelilingku keliatannya memliki dan membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"

Dia mengankat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan napas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.


Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kira memberikan hasil yang begitu baik, hasil yang begitu baik." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela napas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku : "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"

Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikirkan jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu.."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis terus menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoles sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.

"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manager pada departemen pemeliharaan. tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reperasi.

Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika, ketika ia mendapatkan sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manager? Manager tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia memberla keputusannya. "Pikirkan kakak ipar --ia baru saja menjadi direktur dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manager seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata dan sambil menangis aku berkata yang sepatah-sepatah : "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"

"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa banyak berfikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar dari bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumuman perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.


(Di kutip dari "I Cried For My Brother Six Times")

17 Oktober 2014

100 Hari waktuku Mengenal CINTA

Suatu hari di Taman Kampus, ada 2 orang remaja, laki dan perempuan. Sebut saja namanya Peter dan Tina. mereka berdua duduk santai tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tak sengaja Tina berbicara spontan,
Tina: “Huuaahh bosen banget! Aku berharap Aku bisa punya pacar yang bisa berbagi denganku”.
Peter: “Hmmm.., sepertinya cuma tinggal kita berdua yang masih jomblo. Cuma kita berdua yang sama2 belum punya pasangan”.
(Keduanya mengeluh dan diam beberapa saat)

Tina: “Aku punya ide bagus, gimana klo kita adakan permainan?”.
Peter: “Eh? Permainan apa?”.
Tina: “Gampang, Aku jadi pacar Kamu, Kamu jadi pacar Aku. Tapi cuma buat 100 hari. Gimana menurut Kamu?”.
Peter: “Boleh juga. Lagian Aku juga ga punya rencana apa2 buat beberapa bulan kedepan”.

Tina: “Kalo gitu semangat dong! Hari pertama kita jadian nih. Mau jalan2 ke mana kita?”.
Peter: “Gimana klo kita nonton aja? Filmnya lagi bagus2 tuh di bioskop”.
Tina: “Wah boleh juga, habis nonton kita karaoke yuk!”.
Peter: “Boleh juga! Aku pengen denger suara Kamu. Hehe”.
(Mereka pun pergi nonton dan berkaraoke. Setelah itu Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)

Hari ke 2 
Peter dan Tina menghabiskan waktu berdua di sebuah cafe. Mereka bercanda sambil mengobrol. Suasana cafe yang remang2 dan lantunan suara musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang, Peter membelikan sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3 
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan untuk membeli sebuah miniatur mobil2an. Setelah itu mereka beristirahat di food court. Makan sepotong kue dan segelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.


Hari ke 7 
Peter dan Tina bermain bowling. Tangan Tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25 
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41 
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67 . .
Mereka menghabiskan waktu di Dufan. Naik Halilintar, makan es krim bersama dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka Teddy Bear untuk Tina dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72 
Mereka pergi Ke PRJ (Pekan Raya Jakarta). Melihat meriahnya pameran lampion dari Negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan, “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”. Kemudian peramal itu meneteskan air mata sambil menggenggam tangan Peter dan Tina.

Hari ke 84 
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan alas kaki dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.


Hari ke 99
Peter memutuskan untuk menjalankan hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah bangku di taman kota.

15.20 
Tina: “Aku haus, duduk dulu yuk sebentar!”.
Peter: “Duduk di sini. Aku beli minuman dulu ya. Kamu mau minum apa?”.
Tina: “Aku aja yang beli. Kamu kan cape habis nyetir seharian. Sebentar yaa”.
Peter mengangguk, karena kakinya memang sudah pegal setelah menyetir. Karena di Jakarta selalu macet dimana-mana.

15.30 
Peter sudah menunggu selama 10 menit dan Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal berlari ke arahnya dengan wajah panik.
Peter: “Ada apa Pak?”.
Bapak: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Sepertinya perempuan itu adalah temanmu”.
Peter segera berlari bersama dengan Bapak itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23.53 
Dokter: “Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik. Saat ini dia masih bernafas, namun Yang Maha Kuasa akan segera menjemputnya. Kami menemukan surat ini di dalam kantung bajunya”.
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajah Tina pucat tetapi terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan Tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter . .
Hari ke 100 kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang Kamu jutek, ketus dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa Kamu adalah pria yang sangat berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang Aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin Kamu menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap Kamu juga bisa berada disisiku seumur hidupku. "Peter, Aku sangat sayang padamu".

23.58 
Peter: “Tina, apakah Kamu tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Tina, Kamu tidak bisa meninggalkan Aku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu Tina. Jangan tinggalkan Aku, jangan biarkan Aku kesepian! Tina, Aku sayang Kamu!”.

Jam dinding berdentang 12 kali . .
Jantung Tina berhenti berdetak . .

Hari itu adalah hari ke 100 . .

Pesan yang dapat kita ambil dari Cerita ini yaitu
Katakan perasaanmu pada orang yang Kamu sayangi sebelum terlambat.
Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kamu tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Sekian.

Cerita diatas saya baca dari berbagai situs ketika menjelajah dunia maya dan beberapa saya edit biar sesuai. banyak sumbernya, jadi maaf kalo belum saya cantumkan asalnya. terima kasih.

17 Juli 2010

Tips 3 Cara Memudahkan Orgasme

Jakarta: Tidak jarang kita mendengar bahwa banyak wanita yang suka memalsukan orgasme. Jika Anda termasuk salah satu diantaranya, berikut beberapa tips yang dapat membantu untuk mendapatkan orgasme yang sesungguhnya.


1. Senam kegel
Senam kegel adalah latihan yang didesain untuk mengencangkan otot-otot disekitar panggul yang berkontraksi saat orgasme. Cara mengencangkan otot-otot tersebut sama seperti menghentikan aliran air seni saat buang air kecil.

2. Menonton film porno
Bagi wanita menonton film porno adalah hal yang tidak nyaman. Tapi tahukah Anda dengan menonton film porno Anda akan mendapatkan mood untuk bercinta dengan suami, selain itu Anda juga akan merasa seksi dan percaya diri. Bila tidak nyaman dengan menonton film porno, Anda juga bisa menggantinya dengan membaca cerita/novel erotis.

3. Belajar tentang klitoris
Menurut banyak ahli, mempelajari apa rangsangan klitoris yang paling Anda nikmati merupakan hal yang penting. Dengan mengetahui dimana dan rangsangan apa yang disukai, suami pun akan mudah untuk menstimulasi klitoris Anda. Cobalah menggunakan sex toys yang menyediakan getaran rendah, sedang dan tinggi untuk mengetahui hasilnya.

sumber : zonaindo.com/2010/07/3-cara-memudahkan-orgasme

15 Juli 2010

True Friendship

Have you ever wondered what the real essence of the saying "A Friend in Need is a Friend Indeed" is? People talk about the true value of friendship actually without knowing what it stands for. True friendship is the one, in which the individuals do not have to maintain formalities with each other. Sharing true friendship is the situation, when the person you are talking about is counted as one among your family members, when the relation you share with him/her reaches a stage that even if you don't correspond for sometime, your friendship remains unscathed. Best friends need not meet up often to make sure that the friendship remains constant.

The trust between best friends is such that if one friend falls in trouble, the other will not think twice to help. If the bond between two friends is strong, true friends can endure even long distances. For them, geographical separation is just a part of life. It would not affect their friendship. They make it a point to stay in touch, even in the verge of being exhausted due to the drudgery of everyday life. True friendship never fades away. In fact, it grows better with time. True friendship thrives on trust, inspiration and comfort. Best friends come to know, when the other person is in trouble, merely by listening to their "Hello" over the phone. They can even understand each other's silence.

True friends don't desert each other when one is facing trouble. They would face it together and support each other, even if it is against the interests of the other person. Best friends don't analyze each other; they don't have to do so. They accept each other with their positive and negative qualities. Nothing is hidden between true friends. They know each other's strengths as well as weaknesses. One would not overpower the other. They would respect each other's individuality. In fact, they would understand the similarities and respect the differences. Best friends don't stand any outsider commenting or criticizing their friendship and they can put up a very firm resistance, if anyone does so.

True friends are not opportunists. They don't help, because they have something to gain out of it. True friendship is marked by selflessness. Best friends support even each other, even if the whole world opposes them. It is not easy getting true friends for the lifetime. If you have even one true friend, consider yourself blessed. Remember, all best friends are friends, but not all friends can be best friends. In this world of cynics and back stabbers, there are still some people who are worth being friends with. They have to be recognized and respected for being best friends, for the lifetime.

sources : http://www.iloveindia.com/

8 Juli 2010

Bahaya Seks Bebas di Kalangan Remaja dan Pencegahannya

Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks.

Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa :

- Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
- Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan.
- Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.
- Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.
- Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno.
Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius..

Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi duapuluh persen pada tahun 2000.

Kisaran angka tersebut, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen.

Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun, dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini, serta kurangnnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2,3 juta, dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara.

Dari sisi kesehatan, perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya, terjadi kehamilan yang tidak di inginkan. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak di inginkan. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut, apabila ibunya sudah tidak menghendaki.

Seks pranikah, lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.

Selain itu, seks pranikah akan meningkatkan kasus penyakit menular seksual, seperti sipilis, GO (ghonorhoe), hingga HIV/AIDS.

Perilaku seks bebas ini bisa berlanjut hingga menginjak perkawinan. Tercatat sebagian besar yang dialami orang-orang yang pernah melakukan hubungan pranikah (pre marital).

Masalah seks dengan pasangannya justru dijadikan legistimasi untuk melakukan seks bebas. Bahkan, saat ini, seks bebas sudah menjadi bagian dari budaya bisnis. Faktor yang melatarbelakangi hal ini, antara lain disebabkan berkurangnya pemahaman nilai-nilai agama. Selain itu, juga disebabkan belum adanya pendidikan seks secara formal di sekolah-sekolah. Selain itu, juga maraknya penyebaran gambar serta VCD porno.

Banyak remaja terjebak

Berdasarkan survey Pusat Studi Wanita Universitas Islam Indonesia (PSW-UII) Yogyakarta, jumlah remaja yang mengalami masalah kehidupan seks terutama di Yogyakarta terus bertambah, akibat pola hidup seks bebas.
Banyak faktor pengaruh gaya seks bebas yang mereka terima jauh lebih kuat dari pada control yang mereka terima maupun pembinaan secara keagamaan.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Hal itu akan menimbulkan masalah baru bukan hanya bagi wanita remaja itu sendiri, tapi juga pada anak-anak yang akan dilahirkan. Terlebih anak yang lahir tersebut merupakan anak yang dikehendaki, sehingga ada kecenderungan akan ditelantarkan orang tua.

Munculnya perilaku seks bebas di kalangan remaja juga sangat dipengaruhi era globalisasi informasi dan komunikasi, serta berkaitan erat dengan pengaruh Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya).

Hasil penelitian Komnas Anak tahun 2008? 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan lagi. Yang paling mengerikan adalah fakta bahwa ada remaja SMP yang mengaku melakukan hubungan seks di rumahnya sendiri di ruang televisi.

Berbagai faktor ikut mempengaruhi di anataranya kurang perhatian orang tua, sekolah yang kurang dapat mengontrol hal ini atau memang karena tuntutan kemajuan jaman yang memaksa remaja melakukan hal ini.

Remaja memang merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Tugas utamanya adalah pembentukan identitas atau konsep diri, dan membentuknya dengan baik memang tidak mudah. Masalah-masalah remaja seperti ini, sering timbul karena konsep diri remaja juga yang bermasalah. Mengijinkan dirinya melakukan hal ini, merusak diri sendiri karena ia menilai dirinya secara kurang tepat.

Kehamilan remaja akan beresiko menimbulkan kecacatan akibat aborsi yang gagal dilakukan orang tuannya. Karena biasanya orang tua yang hamil di luar nikah akan cenderung mencari jalan pintas untuk menutupi aib yang dideritannya. Padahal , cara ini selain tidak berprikemanusiaan, juga akan menyebabkan beban ganda pada anak-anak yang gagal di aborsi.

Berbagai upaya yang dilakukan bukannya justru memberikan peluang kepada anak-anak remaja untuk melakukan seks bebas, tapi semata untuk menolong nyawa ribuan generasi muda dari perbuatan tidak berkemanusiaan. Aborsi illegal bukan hanya berbahaya bagi janin, tapi juga nyawa ibu muda itu sendiri. Karena setiap janin berdasarkan kontroversi Hak Anak Internasional perlu dijaga kelangsungan hidupnya.

Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas -terutama di kalangan remaja- bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsure agama yang kuat, juga dibentengi dengan pendampingan orang tua Dan selektivitas dalam memilih teman-teman. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri.

Dengan berbagai masalah itu di kalangan remaja perlu segera diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah, namun bukan pendidikan seks secara vulgar.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi, tetapi bahaya akibat pergaulan bebas, seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Dengan demikian, anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas.


Berbagai Mitos-mitos seksualitas pada remaja :

1. Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta.
Faktanya, berhubungan seks bukan cara untuk menunjukan kasih sayang pada saat masih pacaran, melainkan karena disebabkan adanya dorongan seksual yang tidak terkontrol dan keinginan untuk mencoba-coba. Rasa sayang kita dengan pacar bisa ditunjukkan dengan cara lain.

2. Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina.
Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu keliahatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup bisa tidak memunculkan adanya perdarahan.

3. Loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan.
Faktanya, ketika spermatozoa sudah memasuki vagina, maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan spermatozoa. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan.

4. Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi.
Faktanya tidak selalu demikian. Selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput dara juga bisa robek karena melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda dan berkuda. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan seks, malah ada juga perempuan yang sudah menikah dan berhubungan seks berkali-kali tapi selaput daranya masih utuh dan tidak koyak karena selaput daranya elastis.

5. Keperawanan dapat ditebak dari cara berjalan dan bentuk pinggul.
Faktanya, keperawanan tidak bisa dilihat dari bentuk pinggul atau cara jalan. Keperawanan kadang dipandang dari 2 sisi, bagi yang memandang dari sisi fisik saja (ini berkaitan dengan selaput dara), tapi hanya bisa diketahui melalui hasil pemeriksaan dokter. Jadi hanya dari pemeriksaan khususlah yang memungkinkan diketahuinya selaput dara robek atau tidak serta kemungkinan penyebabnya. Hanya saja keperawanan kembali lagi bukan cuma fisik. Kedua, dari sisi psikososial yang mengacu pada apakah seseorang perempuan sudah pernah melakukan hubungan seks atau belum. Ini sebaiknya yang dijadikan acuan, tetapi keperawanan bukan berarti segalanya di hari begini.

6. Dorongan seksual laki-laki lebih besar daripada perempuan.
Faktanya, dorongan seksual merupakan hal yang alamiah muncul pada setiap individu pada umumnya dimulai saat ia menginjak masa pubertas (karena mulai berfungsinya hormon seksual). Dan ini sangat wajar dan seimbang baik pada laki-laki maupun perempuan. Faktor yang mempengaruhi dorongan seksual antara lain kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual. Dorongan seksual perempuan sering disebut-sebut lebih kecil dari laki-laki kerena lingkungan menganggap perempuan yang mengekspresikan dorongan seksualnya adalah perempuan yang “nakal atau kurang baik” , sementara laki-laki tidak pernah dipermasalahkan.

7. Perempuan yang berdada besar dorongan seksualnya besar.
Faktanya tidak seperti itu. Secara medis, tidak ada hubungan langsung antara ukuran payudara dengan dorongan seksual seseorang. Dorongan seksual itu ditentukan oleh kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual (melihat, mendengar, atau merasakan suatu rangsangan seksual).

8. Masturbasi bisa menyebabkan lutut kopong.
Faktanya, masturbasi tidak menyebabkan lutut menjadi kopong. Spermatozoa tidak diproduksi dan tidak disimpan di dalam lutut, melainkan di testis. Mungkin setelah masturbasi, biasanya timbul rasa lelah, karena masturbasi mengeluarkan banyak energi. Itulah yang membuat menjadi lemas, jadi bukan karena lututnya jadi kosong.

9. Sering masturbasi bisa membuat mandul.
Faktanya, secara medis masturbasi tidak menggangu kesehatan fisik selama dilakukan secara aman (tidak sampai menimbulkan luka atau lecet). Resiko fisik biasanya berupa kelelahan. Pengaruh masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti perasaan bersalah, berdosa dan kadarnya berbeda-beda bagi setiap orang. Kemandulan justru biasanya akibat dari IMS (infeksi menular seksual) atau penyakit lainnya seperti kanker atau karena sebab fisik lainnya misalnya kualitas sperma yang kurang baik.

10. Minuman bersoda akan dapat mempercepat selesainya menstruasi.
Faktanya, menstruasi adalah proses pendarahan yang disebabkan luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Sakit tidaknya atau lancar tidaknya menstruasi seseorang selain dipengaruhi oleh hormon juga dipengaruhi faktor psikis, bukan karena minum minuman bersoda.

11. IMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin.
Faktanya tidak ada sabun atau desinfektan apa pun yang dapat mencegah IMS. Justru pada perempuan, jika mencuci bagian dalam vagina terlalu sering akan mempertinggi resiko terkena keputihan karena sabun dapat mengurangi kadar keasaman permukaan vagina yang sebetulnya berfungsi untuk membunuh kuman-kuman normal yang ada.

Mitos-mitos tersebut ternyata memang sudah hidup subur di masyarakat. Pengaruh mitos-mitos tersebut masih sangat kuat, bahkan juga di antara para remaja yang justru lagi giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayainya sehingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan dari mitos-mitos tersebut. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya.

Sekarang tergantung kepada diri remajanya masing-masing, karena mereka yang akan menjalaninya nanti. Apakah akan menelan mentah-mentah mitos tersebut ataukah akan mencermatinya lebih lanjut guna memastikan kebenarannya. Kalau kita masih terpengaruhi dengan mitos-mitos diatas, yang rugi ya diri kita sendiri. Dan bagi yang sudah mengetahui fakta yang sebenarnya, silakanlah tetap yakin dengan kebenarannya, jangan goyah. Bahkan cobalah ikut serta untuk menginformasikan fakta-fakta ini ke rekan-rekan remaja yang lainnya sehingga semakin banyak remaja yang mengerti dan makin bertanggung jawab dengan segala perilaku dan pilihannya

sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com/

4 Juli 2010

Hanging Out with Friends

When it comes to hanging out with friends, one can be sure that it is going to be absolutely amusing and unlimited fun. The talks seem to go on forever and any silly topic can become a point of lengthy discussions. Be it the latest trend in jewelry, the latest gadgets, old classic movies, the cute neighbor next door, work related pressures, there is no end to the list. In this stressful age, getting together with friends has become a luxury than a daily routine. Consider yourself lucky if you get to hang around with friends often because many people simply remember those good old days of carefree life with friends.

One of the best places to hang out with friends is of course your own house! The comfort that your room offers cannot be offered by any mall or a pub. You can be yourself, kick up your heels, not worry about your looks and talk loudly about anything in the world. You need not worry about what to eat since junk food is just a phone call away! Order loads of pizzas, cola and French fries without worrying about condescending stares. You can eat as much as you want and however you want! The bottom line is to have fun without any worries.

Another fun place to hang around with friends is the lounge. Comfortable seating and soothing ambience along with chilled drinks is the perfect setting for spending time with friends. If lounging is not your cup of tea, try hitting the bowling alley. A round of bowling games with friends is the perfect way to chill out. In case you are not into bowling, you can always go for a movie. These days you find coffee bars and small fast food joints near movie theaters where you can spend time after watching a movie. Whatever you do, remember to have loads of fun and enjoy. You may not get the opportunity to do so after some years.

Tips For Hanging Out with Friends
• Plan a hangout when the entire group of yours is free. It is great to roam around with a bunch of friends than just two of you!
• Do plan the hangout zone in advance so that you do not waste time in deciding over where to head towards.
• Share the entire budget in equals. Do not overburden on a single person until and unless it is some special treat.
• Do not be late if you do not want to be the plan spoiler. Be on time.
• If you are planning for a hangout at some friend's place, do not take tension while making mess but make sure you clean it up before you leave.

Souces : iloveindia

Improve Communication

"U-Turns, Reverses and Opening to new possibilities..."

by Susie and Otto Collins
Have you ever been in a situation where communication did not go as you wanted it to go and you wished you could do a U-turn and reverse what you've said, done or thought? We certainly have.
Here's a typical situation that comes up for many of us where it might be wise to do a "reverse" and do things differently to create a different outcome for you, your partner and your relationship...
Imagine that your partner, spouse or someone you love does something unexpected, not what you thought you agreed on, and when you get angry about it, the other person becomes defensive, lashes out at you or withdraws. You get no where talking to each other, let alone understanding each other.
This is a common communication problem for couples (or any people who live or work together) and we're betting that you've experienced something like this and would like to know how to resolve it.
What we're calling a "Relationship Reverse" can help you to create a different and better outcome.
Here's Elizabeth's story about how she learned and applied a "Relationship Reverse," creating more room for love and connection in her marriage...
At the last minute, Elizabeth's husband stayed at work for a meeting and didn't tell her about it. She had been at work all day and had expected that the two of them would go out to dinner together. When she got home, he wasn't there--and he didn't come home for another two hours.
Elizabeth was furious and although he didn't do it often, it certainly wasn't the first time this had happened!
In the past, when he didn't call her and let her know when he was going to be late, she literally pounced on him as soon as he stepped in the door.
She would let him know that she was angry and as a result, he immediately became defensive and shut down to her as he walked into his study, slamming the door. When this
would happen, it would take them several days to iron out their differences and feel close again.
Since she was tired of doing the same dance over and over, Elizabeth decided to do it differently. She did a "Relationship Reverse."
Okay, she was angry but instead of stewing in her anger while she waited for her husband to get home, mulling over in her mind how unfair his behavior was, she took the time to sit with her anger, breathing into it, to discover what was underneath it.
As she sat with her anger, the thought came up that she feared that she wasn't as important to her husband as he was to her. She didn't feel respected.
Underneath her anger was the fear that he might be losing interest in her and in their marriage. She knew that that thought was untrue because he was loving and attentive
in a lot of other ways but the fear crept into her conscious thoughts anyway.
As Elizabeth started focusing on ways that her husband showed his love to her, she noticed that her fear and anger began to soften. She also began focusing on what she wanted--which was for him to call her when
he was going to be late and also for the two of them to keep their connection strong.
When her husband came home that evening, he was met with a very different Elizabeth. She was open to him--and she wasn't yelling at him.
Because he didn't go into "defensive" mode, he told her he was sorry that he hadn't told her about the meeting that came up at the last minute.
Elizabeth listened and told him about her fears--that she felt she wasn't important to him when he failed to let her know about a change in plans.
He was shocked that she felt that way and reassured her that she and their marriage were most important to him. He hadn't realized what his lack of communication
said to her--and it wasn't what he wanted in the future.
Elizabeth then told him what she wanted--that she would have loved to have known about this meeting earlier--maybe a phone call or text message. She asked him if he would let her know the next time it happened that he would be late.
Because he saw how important this was to her and to the health of their marriage, he agreed and told her again how important she was to him.
This interaction was completely different from any previous to this. Elizabeth could say what she needed to say and her husband stayed open to her and understood her because he
wasn't shut down. They could stay connected and work out a problem without the normal anguish between them.

How about you?

What shift, change or "reverse" could you make in order to set the stage to be heard, understood and create more connection between the two of you, instead of distance?

If you can relate to Elizabeth or even to her husband, create your own "Relationship Reverse" strategy and see how your
relationship changes for the better!


*************************
Relationship coaches Susie and Otto Collins, authors of "Should You Stay or Should You Go?" and "No More Jealousy" are experts at helping people get more of the love they really want. Learn the 5 keys to a closer, more loving relationship, click below for your free 5-part mini-course: http://www.Relationshipgold.com
*******************************

sources : Relationshipgold

3 Juli 2010

Save My Relationship - Ultimate Tips to Secure your Love in No Time

Love matches pain and any one realizes that, but apart from suffering there are meaningful point in time that you put in with your beloved one and a strong love relationship is something that will last a life time period.Every now and then you are put up into some critical case that if you are not clever enough to deal with, you can kiss your love goodbye for ever and go into the scary rayless night of sadness, and furthermore depression and anxiety.

Keeping a relationship is a hard process that needs tons of care and particularly professional guidance that you assumably short of. You have to control very emotional situations and going through some of the most irritating periods in your life, hence you have to maintain a powerful mental approach or either miss the boat to get your ex back in your hugs again.

People always get hopeless and ask... "How can I revitalize my affair?" or "I want my ex back because I just can't stay without him or her." Even if you are not in such a scene but you will hear comments like this a lot in the lives of people who are not only in love, but also engaged, which is a little deviating.

If you make one minor mistake, it appears as a big resonance and you could become eventually loosing your boyfriend or girlfriend forever. Be honest to yourself, are you seriously prepared to deal with this situation and decide to get your ex back? If yes then take it easy and go one step at the type. Moderation is goodness and people should bare that in mind. It is the time that fixes every issue no matter what it is.

Just screaming that I want to save my marriage won't by any. You want to have a plan, to follow some proven tricks so you can get your love back. Avoid your ex all day long stalking, emailing, crawling their social network profiles and bothering your ex's buddies with all kinds of silly questions because it won't work as well. It is all about how you deal with how things stack up and coming off the breakup when it is about a romance.

Try to play like nothing took place. Convince your ex that you are adult enough and also you are going on with your life. If you are dealing with a pure love, then they won't go too far away from you. At last your missing love will be in your arms soon. So next time in case you see your friend sheding bitter tears " I want my love back", or "I want to save my relationship" so don't forget to tell them these things since you now know that it greatly helps.

These are just some of the moves to secure a love relationship.
-------------------
by SoulHeale
-------------------

Sumber : goarticles

22 Juni 2010

Ways Of Building Relationships That Last

In building relationships that are good it is usually imperative to understand and respect other people. A relationship where both parties respect and appreciate each other is bond to last a long time. Where there is real friendship, you will notice that each party's interests, desires and opinions are valued.


Without respect and understanding between two people, love cannot exist. I have come to realize that love is all about friendship. You cannot love someone if they are not your friend. Your partner must be the one who makes you happy, with whom you like sharing your experiences and secrets. This way you will end up building relationships that last.

Ideally, lovers are two people who do not really care whether the rest of the world exists. They like having fun together and supporting each other. In true friendship, a lover is one who will understand and support the other in times of need instead of, blaming them or abandoning them. A real lover does not find fault but always understands and forgives. For you to succeed in building relationships that last you need to be tender and considerate to your partner.

In building relationship, each one must understand and like the attributes of the other and also try to live with their weaknesses unconditionally. This is because you may not be able to change the character of your partner. As the saying goes; "You cannot teach an old dog, new tricks". In any case both of you actually do have weaknesses. But with understanding, you can surely enjoy a relationship.

Therefore, when building relationships it is very crucial for both parties to be respectful and understanding. You should support and bear the burden of the other person. To have a firm foundation when building relationships is reciprocating to the love you receive.
Click the links below to get more insight on Building Relationships and real friendships that last a lifetime despite the challenges of this life.
-------------------
by Stephen Kavita
-------------------
Sumber goarticles.com

21 Juni 2010

Tips Healthy Relationship with Friends

Meet new friends? This must happen naturally and not infrequently we are usually too much talking, bla bla bla smoothly, suddenly became quiet, nervous, and confused what to do... So that we can stay relaxed and not awkward, run out of conversation, here are some ways we can do.

1. Start a Conversation with The thing that is certain
Often occurred in our minds, if we're talking new acquaintances premises (Do not know-don't think pretentious and cocky near future) we can start the conversation by asking his/her address. job, hobbies, or anything else that has been sure. But we do not be disappointed when a new friend we just answer "yes" and "no" even keep silent. Just assume that is not the time that we can be acquainted. Avoid negative mind and try on other occasions.

2. Never Criticizing Yourself
Hearer fears will be assessed is the biggest obstacle to talking with others. In Psychology known as the "Self Criticism". Fear the above is a form of excessive self-criticism. So that we could successfully interact with new friends then we should be able to control the self-critical.

3. Praising Never Easy
Do not at once give criticism with the praise of someone such as we meet pen pal, then we say "Oh you proved you are more beautiful than before." He could have thought that once she has never looked pretty.

4. Do not Talk Yourself
We will be judged kindly if we give opportunity to others to speak. Give these questions so that he goaded brief story, until we find the topic interesting and liked our new friend. But lest the impression we are doing the interrogations, because it could have the atmosphere will be ruined.

5th. Friendly Body Language
Posture raises revenue with a smile and openness will attract the attention of our new friends. For a long face and hands folded discouraged our new friend to talk with us.

6. Equally Dividing Attention
If at the same time we find some new friends at the same time, divide the conversation in the midst of them, involving a variety of topics. Do not let our conversation centered on one person only. Because it would be an awful if we ignore others.

7. Avoid debate
Avoid conversations that can lure the debate and did not wear on your conversational partner. Moreover, the conversation that contains difference sustenance would be nice when talking about things that are neutral and light-light course.

8. Be a Good Listener
If we do not know what we should talk about, just listen to our speaker. Give feedback with comments that are fresh, so the other person feel appreciated and respected our conversation.

9. Ducking Art
When we feel our new friend is a boring speaker (just talking about the workshop or hobby with a boxing match, then when he was looking for our next topic of conversation could be argued, "I'm sorry there a need for a moment" or some other reason. Do not let her know that we avoid it.

10. Sense of Humor
With a sense of humor, the atmosphere will be warm and add to our intimacy. We will be personally attractive with light humor and likable conversational partner. Origin not to offend and we do not become the object of ridicule offend prior to others' feelings.
I hope this article facilitate introductions to your prospective new friends, and further strengthen cooperative relations with your comrades. And add new knowledge and experience.
May this helpful for you. For the next topic would be good relationship within a family.
Sumber goarticles.com by Januar S. Amberto

27 Mei 2010

SAHABAT

Sahabat itu
seperti mutiara yang susah dicari.
seperti diary yang ada buat tempat curhat.

Dan bila
cinta untuk sesaat, Sahabat untuk selamanya.
cinta dapat berakir, namun Sahabat sampai mati.

Jika pacar bisa selingkuh, semoga Sahabat bisa setia.
jika ada mantan pacar, semoga tidak ada mantan sahabat.

Tuhan memang sangat bijak.
Sehingga menciptakan Sahabat tanpa harga.
mungkin jika tuhan memberi harga pada setiap Sahabat.
maka aku tidak akan pernah sanggup membeli 1 orang Sahabat di dunia ini.

18 April 2010

Meaning of a Friendship


FRIENDSHIP is a person who just always give and accept us as it is ..,
FRIENDSHIP who sincerely did not expect a change,
does not require us to be someone else ..,
because FRIENDSHIP is not like that, but a FRIENDSHIP AGREEMENT., whereas in no agreement.



PERSAHABATAN adalah seseorang yang hanya selalu memberi dan dapat menerima kita apa adanya., PERSAHABATAN yang tulus tidak mengharap perubahan, tidak menuntut kita jadi orang lain.,
karena PERSAHABATAN seperti itu bukanlah PERSAHABATAN, melainkan sebuah PERJANJIAN., sedangkan dalam PERSAHABATAN tidak ada perjanjiAn.

7 April 2010

Lakukan sebelum Penyesal tiba

Jika HARGA DIRI bisa diliindungi, maka lindungilah.,

Jika kau mempunyai seseorang yang sangat kau HORMATI, maka perjuangkanlah walau badan ini akan merasakan kesesakan.,

Jika TEMAN membutuhkan bantuan, maka bantulah, karena TEMAN merupakan anugrah yang tiada terkira.

6 April 2010

Jalan Sesama ( Sesame Street )


Ditengah komersialisme industri TV, program khusus anak : Jalan Sesama mencoba melawan arus.
Inilah satu diantara sedikit acara berkualitas dengan modal besar, tapi tidak peduli rating dan sangat selektif menerima iklan.

Di jaman modern ini, jarang di jumpai hal seperti ini.
Kebanyakan hanya memikir dana yang dihasilkan dan keuntungan belaka.

Film yang membawa banyak pesan moral ini, patutnya menjadi contoh para orang pembuat film atau rumah produksi agar tidak memikirkan keuntungan saja, namun manfaat yang diberikan kepada para masyarakat.

Di Jalan Sesama versi Indonesia terdapat penambahan tokoh utama.
Mereka adalah
Tantan, si orang Utan yang bijaksana;
Jabrik, si bayi badak bercula satu;
Momon, si monster kecil; dan
Putri, seorang anak perempuan berkarakter ekstrovert.

Setiap tahun,
Jalan Sesama mengantongi tema besar, yang pastinya mengandung banyak pesan moral.

Kendala Jalan Sesama adalah sponsor.
Dikarenakan, acara ini tidak sembarangan menerima iklan.
Iklan yang diterima adalah iklan yang mendidik dan mendukung kesehatan anak.
Padahal,
biaya produksi per tahun sangat besar karena dimulai dengan seminar, riset, dan syuting.

Jalan Sesama juga tidak menjual programnya ke TV.
Trans7 gratis mendapatkan program tersebut.

Namun,
hanya Jalan Sesama lah acara pendidikan anak - anak yang mendidik dan membangun moral para generasi muda.


Sumber : Redaksi Jawa Pos yang telah disyunting ulang.

Semoga acara ini tidak terhenti,
dan tetap eksis, hingga generasi - generasi muda yang akan datang.

2 April 2010

Bad Attitude


Maaf bukannya aku ingin menjelek – jelekkan bangsa dan hegara Indonesia.
Namun, sebagian besar warga nya memiliki beberapa Sifat Buruk seperti hal ini :


Bila seseorang initial A, melihat orang initial B, Si - B melakukan secuil kesalahan yang dibesar-besarkan, orang A akan menyamakan Si – B dengan orang lain.
Namun, bila Si – B melakukan secuil tindakan kebaikan, takkan sungkan – sungkan, orang A menyamakan dengan dirinya kalau tidak orang dekatnya.


Bila dalam permainan misalnya, pertama – tama, si orang A kalah, masih wajar dalam arti nggak apa – apa.
Namun, setelah terusan kalah melulu, biasanya si orang A akan memakai cara- cara dan trik khas orang Indonesia.
Padahal hanya sebuah Permaina belaka, coba bayangkan bila ini dalam hal nyata, bukan cuma permainan.
Dan sepertinya takkan bias dibayangkan.



Mungkin Aku atau Kamu pernah melakukannya.
Dalam keadan sadar ataukah tidak ( dalam arti spontanitas ).
Ini hanyalah sebuah catatan Blog dari beberapa hal yang pernah kutemui dan kulihat.

Intinya Aku ingin Warga Indonesia lebik baik dan lebih Dewasa.

Maaf, bila ada yang kurang berkenan.

28 Maret 2010

True Love

CINTA..,.
Tidak akan pernah datang jika kamu meNun99u seseoranG yanG seMpuRna..,,

tetaPi ciNta.,
akaN datang jikA kaMu meNeriMa kEtidAk seMpuRnAan seSeoRang
daN kaMu meNcintAinya dengan caRa yang seMpuRna...

26 Maret 2010

Kesempurnaan Cinta

Cinta akan tulus apabila kita memberikannya pada seorang yang pantas menerimanya...

Karena.,
Cinta bukan menerima seseorang yang ''SEMPURNA''
tetapi menemukan sesorang yang menjadikan kita ''SEMPURNA''