Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

4 September 2010

Universitas Indonesia Bangun Perpustakaan Raksasa yang Ramah Lingkungan

Beratap Rumput Hidup, Bisa Tampung 10 Ribu Pengunjung

Indonesia akan memiliki landmark baru. Yakni, berupa perpustakaan ramah lingkungan di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Pertengahan November nanti perpustakaan seluas tiga hektare itu siap beroperasi untuk umum.

ZULHAM MUBARAK, Depok

SEBUAH crane setinggi sekitar 75 meter beroperasi di atas gundukan tanah menyerupai bukit di kompleks kampus UI Depok. Bagai tangan mekanis raksasa, alat berat itu memindahkan bahan bangunan kepada para pekerja yang bersiap di punggung bukit yang ditanami rumput hijau tersebut. Di atas bukit rerumputan itu tampak menjulang lima bangunan berbentuk seperti cerobong asap berwarna abu-abu.

Dari jauh, bangunan itu tampak seperti batuan kali yang disusun di atas bukit. Namun, ketika didekati, ternyata bukit hijau tempat para pekerja berdiri itu menyatu dengan bangunan mirip cerobong yang berdiri di atasnya. Di balik gundukan rerumputan hijau yang menjulang hingga beberapa ratus meter itu terdapat ruangan-ruangan kosong yang disiapkan sebagai ruang utama perpustakaan UI.

''Punggung bangunan itu kami timbun tanah dan ditanami rerumputan untuk mendinginkan suhu ruangan di dalamnya. Saat ini sudah 90 persen selesai,'' ujar Prof Emirhadi Suganda, penanggung jawab teknik pembangunan perpustakaan UI Depok, ketika mengantarkan Jawa Pos berkeliling lokasi tersebut.

Perpustakaan UI yang dikerjakan sejak Juni 2009 itu dirancang sebagai gedung ramah lingkungan (eco friendly) terbesar di dunia. Luas bangunan keseluruhan 30 ribu meter persegi dan merupakan pengembangan dari perpustakaan pusat yang dibangun pada 1986-1987. Bangunan itu berdiri atas sokongan dana pemerintah dan kalangan industri dengan anggaran sekitar Rp 110 miliar.

Prof Emirhadi mengatakan, gedung perpustakaan tersebut dirancang dengan konsep sustainable building bahwa kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan, yakni energi matahari (solar energy). Selain itu, di dalam gedung pengunjung dan pegawai tidak boleh membawa tas plastik untuk wadah. Area bangunan ramah lingkungan itu bebas asap rokok, hemat listrik, air, dan kertas.

Walaupun 60 persen bangunan tersebut ditimbun lapisan tanah dan rumput, ketika Jawa Pos berkeliling di dalam gedung, kondisi ruangan tidak gelap. Sebab, di antara punggung rerumputan itu terdapat jaringan-jaringan selokan yang di sampingnya terdapat kaca tebal bening selebar 50 sentimeter. Selokan itu untuk mengalirkan air hujan ke tanah resapan, sedangkan fungsi kaca sebagai sistem pencahayaan.

''Punggung rumput ini mereduksi fungsi alat pendingin udara sampai 15 persen,'' ujar guru besar yang juga menjabat sekretaris Tim Penataan Lingkungan Kampus (TPLK) UI tersebut.

Desain awal perpustakaan itu diperoleh dari sayembara yang dimenangkan PT Daya Cipta Mandiri (DCM) dan mengambil tema Morpheus. Modelnya menghadirkan bangunan masa depan dengan mengambil sisi danau sebagai orientasi perancangan. Penggunaan bukit buatan sebagai potensi pemanfaatan atap untuk fungsi penghijauan. Sedangkan pencahayaan alam dilakukan dengan melalui beberapa skylight.

Interior bangunannya didesain terbuka dan menyambung antara satu ruang dan ruang yang lain melalui sistem void. Dengan begitu, penggunaan sirkulasi udara alam menjadi maksimal. Penggunaan energi matahari dilakukan melalui solar cell yang dipasang di atap bangunan.

Prof Emirhadi menjelaskan, untuk memenuhi standar ramah lingkungan, bangunan juga dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah. Karena itu, air buangan toilet dapat digunakan untuk menyiram di punggung bangunan. Tentunya, setelah diproses melalui pengolahan limbah atau sewage treatment plant (STP).

Finishing eksterior bangunan tersebut mengunakan batu alam andesit, sedangkan interiornya memakai batu palimanan Palemo. Kedua bahan bangunan itu bersifat bebas pemeliharaan (maintenance free) dan tidak perlu dicat. ''Batuannya kami ambil dari Sukabumi,'' ujar Emirhadi.

Rencananya, ruang perpustakaan pusat UI terdiri atas delapan lantai. Lantai dasar berisi pusat kegiatan dan bisnis mahasiswa yang terdiri atas toko buku, toko cendera mata, ruang internet, serta ruang musik dan TV. Ada juga restoran dan kafe, pusat kebugaran, ruang pertemuan, ruang pameran, dan bank.

Lantai 2 hingga 6 akan dilengkapi fasilitas seperti ruang tamu, ruang pelayanan umum dan koleksi, ruang baca, ruang teknologi informasi, serta unit pelayanan teknis. Sedangkan di lantai 7 terdapat ruang sidang dan ruang diskusi. Gedung perpustakaan juga dilengkapi plaza dan ruang pertemuan yang menjorok ke danau.

Deputi Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati menambahkan, perpustakaan pusat UI mampu menampung sekitar 10 ribu pengunjung dalam waktu bersamaan. Selain itu, perpusataan tersebut akan memajang 3-5 juta judul buku. Saat ini perpustakaan pusat UI memiliki koleksi 1,5-2 juta buku dan sisanya akan dipenuhi dari perpustakaan yang tersebar di fakultas-fakultas. ''Mayoritas adalah buku S-1 dan buku-buku umum,'' kata dia.

Selain itu, perpustakaan tersebut dilengkapi sistem teknologi informasi mutakhir sehingga memungkinkan pengunjung leluasa menikmati sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal, dan lain-lain.

Perpustakaan yang segera beroperasi itu memang menonjol jika dibandingkan dengan bangunan lain di kompleks kampus UI Depok yang berdiri areal 312 hektare tersebut. Perpaduan gaya arsitektur unik serta lokasi perpustakaan di tepi Danau Kenanga UI membuat bangunan berwarna dasar abu-abu itu terlihat mencolok.

Untuk melengkapi desain ramah lingkungan, sejumlah pohon besar berusia 30 tahunan berdiameter lebih dari 100 sentimeter sengaja tidak ditebang saat pembangunan gedung itu. Keindahan menjadi lengkap karena gedung itu mengeksplorasi secara maksimal keindahan tepi danau yang asri, sejuk, dan, teduh.

''Keunikan yang lain, nanti terdapat berbagai huruf aksara dari seluruh dunia yang akan ditulis di kaca gedung sebagai dinding,'' ujar Devie berpromosi.

Secara spesifik, perpustakaan itu memang dibangun untuk mengangkat nama Indonesia di dunia internasional. Alasan yang paling utama karena UI menjadi satu-satunya universitas di dunia yang mencantumkan nama bangsa. Karena itu, diharapkan pada masa depan bangunan itu akan menjadi salah satu ciri fisik Indonesia di dunia internasional.

''Harapannya, bangunan ikon ini dapat mengembalikan kiblat pembangunan bangsa kepada pendidikan dan keilmuan. Sebab, ilmu adalah muara segala persoalan bangsa Indonesia saat ini,'' tutur Devie.

sumber :
http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=152393

15 Agustus 2010

Melongok Keunikan Tradisi Masyarakat Kabupaten Badung

SEJUMLAH desa di Kabupaten Badung, Bali, memiliki keunikan seni budaya, panorama alam, dan keanekaragaman objek wisata. Tradisi dan seni budaya yang diwarisi masyarakat secara turun-temurun menjadi daya tarik wisatawan.




Salah satu tempat di Kabupaten Badung yang cukup menarik adalah Desa Kiadan, Kecamatan Petang. Desa itu memiliki ekowisata desa yang patut diperhitungkan. Bila Anda berkunjung ke sana, jangan lewatkan kesempatan menyeruput kopi tradisional khas Bali lewat ekowisata Desa Kiadan Pelaga. Masyarakat setempat menyebutnya kopi look. Look merupakan sebutan khas turun-temurun warga Kiadan untuk kopi yang diolah secara tradisional dan direbus langsung dari tungku tanah liat.

Kekhasan tradisi itu pula yang ditunjukkan masyarakat adat Kiadan kepada setiap wisatawan yang datang ke desa mereka. Dengan periuk tanah yang sudah menghitam, minuman disajikan seadanya. Kopi pun dituang dengan sendok besar dari batok kelapa yang terlihat agak usang. Sangat natural.

Selain itu, terdapat pula wisata spiritual dengan keberadaan tempat suci (pura) yang berkaitan dengan keberadaan Kebo Iwa.

Tempat lainnya adalah Desa Pangsan dengan pertanian yang terintegrasi, yakni di satu kawasan dikembangkan berbagai jenis komoditas unggulan dalam bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan.




Proses pertanian yang ramah lingkungan, dengan ditata dan dikelola sedemikian rupa, menonjolkan kebersihan, juga dapat dikemas menjadi paket wisata.

Potensi wisata perdesaan Badung utara juga didukung dengan keberadaan pondok wisata yang fasilitasnya tidak kalah dengan hotel berbintang, meskipun kapasitasnya baru delapan buah.

Jika pengembangan wisata perdesaan Badung utara itu mengalami perkembangan, wisatawan dapat memanfaatkan rumah-rumah penduduk yang kini mulai dibenahi dan dirancang untuk menerima kunjungan wisatawan.




Sementara itu, Desa Kerta yang ada di sekitarnya telah dikenal wisatawan Denmark sebagai wisata olahraga dengan panorama alam yang indah dan lingkungan asri. Hal itu didukung dengan permukiman penduduk yang tertata rapi.


Inti Cerita
Kekhasan tradisi itu pula yang ditunjukkan masyarakat adat Kiadan kepada setiap wisatawan yang datang ke desa mereka. Potensi wisata perdesaan Badung utara juga didukung dengan keberadaan pondok wisata yang fasilitasnya tidak kalah dengan hotel berbintang, meskipun kapasitasnya baru delapan buah. Sementara itu, Desa Kerta yang ada di sekitarnya telah dikenal wisatawan Denmark sebagai wisata olahraga dengan panorama alam yang indah dan lingkungan asri.

8 Agustus 2010

Indonesia Tuntut Keadilan Iklim

Negara-negara maju justru membebankan biaya adaptasi perubahan iklim kepada negara berkembang.

FORUM Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim Indonesia mengkhawatirkan kesepakatan penurunan emisi gas rumah kaca setara global dalam negosiasi perubahan iklim di Bonn, Jerman, 2-4 Agustus mendatang tidak akan tercapai. Pada pertemuan itu akan dibahas penurunan emisi gas rumah kaca secara drastis untuk mencegah kenaikan temperatur rata-rata permukaan di atas 2 derajat celsius.

Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menjelaskan, setelah COP-15 di Kopenhagen, Denmark, gagal karena tidak mendapatkan komitmen dari negara industri, gelagat sama akan terjadi di Bonn. "Negara maju yang jumlahnya hanya 20% dari penduduk dunia telah mengeluarkan gas rumah kaca lebih dari 70% untuk industri dan pembangunan," kata Faby, akhir pekan lalu.

Seharusnya, lanjut dia, mereka bersedia menurunkan emisi gas rumah kaca dengan memberikan ruang sisa atmosfer bagi negara berkembang. "Negara-negara industri harus menurunkan emisi secara drastis mulai sekarang hingga 2050. Sehingga memungkinkan negara berkembang untuk tumbuh dengan mengonsumsi ruang atmosfer yang masih tersisa."

Koordinator Civil Society Forum (CSF) Giorgio Budi Indrarto bersikap sama. Ia menegaskan, jika emisi rumah kaca tidak diturunkan, ekologi di seluruh dunia terancam. "Masyarakat Sipil Indonesia mendorong adanya isukeadilan iklim sebagai basis dalam negosiasi serta memastikan keselamatan manusia dan ekologi," seru Budi.

Budi pun meluncurkan kampanye bersama CSF dan IESR untuk mendukung seruan keadilan iklim kepada pemimpin dunia. Kedua wakil LSM itu mengingatkan saat Indonesia menjadi tuan rumah konvensi perubahan iklim (UNFCC) di Bali, negara maju berjanji memberikan bantuan dana dan teknologi bagi negara miskin guna mengatasi pemanasan global.

Demikian juga saat pertemuan di Kopenhagen, negara maju bersedia menyediakan bantuan US$30 miliar selama 2010-2012, untuk membiayai program penanggulangan pemanasan global. Mereka bahkan berencana meningkatkan bantuan menjadi US$100 juta per tahun sampai 2020.

Namun, menurut Faby, anggaran itu tidak cukup untuk program adaptasi perubahan iklim di negara berkembang. Negara maju justru membebankan biaya adaptasi kepada negara berkembang. "Bukan kita yang menyebabkan perubahan iklim, ke-napa negara maju malah membebani negara berkembang. Kita bicara soal keadilan," cetusnya.

Kedua LSM juga mendapat dukungan dari Walhi dalam menyuarakan penolakan terhadap cara-cara negara maju, yang mengalihkan isu pengurangan karbon dengan skema perdagangan karbon dan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi. "Kami akan menolak skema ini di Bonn karena telah menjauhkan tanggung jawab negara-negara Annex 1 (negara industri) untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan," ujar Teguh Surya, Kepala Departemen Kampanye Walhi.


Terlalu murah

Skema perdagangan karbon belum diputuskan meski Indonesia telah menjalankan beberapa proyek percobaan berlandaskan Permenhut No 68/2008. Terdapat 26,6 juta hektare hutan alam yang diskenariokan masuk mekanisme perdagangan karbon dengan nilai sekitar Rp63 triliun.

Skema jual murah karbon menurut perhitungan ketiga LSM tersebut sudah termasuk tegakan pohon, hewan, tumbuhan, tanah, sumber mata air, ruang interaksi sosial, dan entitas masyarakat hukum adat. Bila dikalkulasikan, semua itu hanya senilai Rpl2 per meter persegi.

Wapres Boediono, saat membuka Association for Tropical Biology ana Conservation di Sanur, pekan lalu, menjelaskan pemerintah sanggup mengurangi emisi karbon sampai 26% pada 2020. Salah satunya dengan mekanisme penjualan karbon murah. Kebijakan itu dianggap telah merampas ruang atmosfer orang miskin.
----------------------------
Siswantini Suryandari
----------------------------


Ringkasan Artikel Ini
Kedua wakil LSM itu mengingatkan saat Indonesia menjadi tuan rumah konvensi perubahan iklim (UNFCC) di Bali, negara maju berjanji memberikan bantuan dana dan teknologi bagi negara miskin guna mengatasi pemanasan global. "Bukan kita yang menyebabkan perubahan iklim, ke-napa negara maju malah membebani negara berkembang. Kedua LSM juga mendapat dukungan dari Walhi dalam menyuarakan penolakan terhadap cara-cara negara maju, yang mengalihkan isu pengurangan karbon dengan skema perdagangan karbon dan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi. "Kami akan menolak skema ini di Bonn karena telah menjauhkan tanggung jawab negara-negara Annex 1 (negara industri) untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan," ujar Teguh Surya, Kepala Departemen Kampanye Walhi.

sumber : http://bataviase.co.id/node/313327

29 Juli 2010

Pemerintah Lambat Respons Pencemaran Laut Timor

PEMERINTAH dinilai lambat merespons pencemaran minyak di Laut Timor akibat meledaknya sumur West Atlas di ladang minyak dan gas Montara pada 21 Agustus 2009. "Seharusnya, ketika terjadi semburan pertama sudah dilakukan pendekatan-pendekatan karena kita harus punya bukti," kata Satya Yudha, anggota Komisi VII DPR.

Wakil Ketua Komisi VII, Effendi Simbolon, mengaku DPR sudah pernah mengingatkan pemerintah untuk bertindak cepat karena dampaknya sangat besar. "Pencemaran ke wilayah negara kok dianggap hal biasa. Harus ada kepastian dan ketegasan dari pemerintah," tegasnya.

Di lain pihak, pengamat hukum laut internasional Hasyim Jalal berpendapat pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat untuk menuntut klaim atas pencemaran yang terjadi, yakni berpegang pada hukum internasional dan hukum nasional.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Arie Herlambang. Namun, untuk mengklaim itu pemerintah dan Montara harussepakat dulu untuk uji sampel di laut yang tercemar. Uji sampel itu termasuk juga mangrove, biota laut, dan semua yang terkait dengan ekosistem laut.

"Kita jangan mengulangi kesalahan pada kasus Newmont di Teluk Buyat," katanya.

Pada bagian lain, Australia yang juga dirugikan akibatpencemaran itu telah menyepakati kerja sama dengan Montara untuk uji sampel di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Negeri Kanguru itu. "Sejak kebocoran minyak terjadi, Australia langsung menangani masalah ini. Pada 17 November 2009, kami membentuk tim independen komisi penyelidikan," kata juru bicara Kedutaan Besar Australia di Indonesia Jenny Dee, kemarin.

Berdasarkan data terakhir, luas pencemaran minyak mencapai 90.000 km2 dan 75%-nya berada di wilayah ZEE Indonesia; Kondisi itu telah mengancam kehidupan ribuan nelayan di Kabupaten Rote Ndao dan sekitarnya.

Seorang nelayan, Haji Mustafa, mengaku hasil tangkapannya menurun sejak November 2009. "Sejak itu hasil tangkapan terus menurun sampai sekarang," jelasnya.


Ringkasan Artikel Ini
PEMERINTAH dinilai lambat merespons pencemaran minyak di Laut Timor akibat meledaknya sumur West Atlas di ladang minyak dan gas Montara pada 21 Agustus 2009. Di lain pihak, pengamat hukum laut internasional Hasyim Jalal berpendapat pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat untuk menuntut klaim atas pencemaran yang terjadi, yakni berpegang pada hukum internasional dan hukum nasional. Namun, untuk mengklaim itu pemerintah dan Montara harussepakat dulu untuk uji sampel di laut yang tercemar.

28 Juli 2010

Beberapa Rekor Indonesia


RI merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

  •  Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  • Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hamper penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  • Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
  •  Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
  • Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
  • Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
  • Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus” yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
  • Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
  • Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.
  • Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambing supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).
  • Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
  • Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
  • Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
  • Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).
  • Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
  • Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
  •  Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut / abrasi.
  • Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
  • Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
  • Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
  • Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.
  • Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.

25 Juli 2010

8 Gunung Berapi Indonesia yang Terkenal Karena Letusannya

Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Beberapa diantaranya pernah mencatatkan rekor letusan fantastis yang membuat dunia ikut merasakan dampaknya. Besarnya letusan sebuah gunung berapi dapat dihitung menggunakan pengukuran VEI.



Volcanic Explosivity Index (VEI), dikemukakan oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey dan Steve Self dari Universitas Hawaii tahun 1982 untuk menyediakan pengukuran relatif dari besarnya letusan gunung berapi.



Berikut ini adalah beberapa gunung berapi di Indonesia yang pernah tercatat memiliki letusan yang dahsyat diukur menggunakan VEI.

8. Gunung Kelud (VEI=4)
Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.



Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.


7. Gunung Merapi (VEI=4)
Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.



Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.

Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.


6. Gunung Galunggung (VEI=5)
Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah.



Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.



5. Gunung Agung (VEI=5)
Gunung Agung terakhir meletus pada 1963-64 dan masih aktif, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Dari kejauhan, gunung ini tampak kerucut, meskipun didalamnya terdapat kawah besar.

Dari puncak gunung, adalah mungkin untuk melihat puncak Gunung Rinjani di pulau Lombok, meskipun kedua gunung sering tertutup awan.



Pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung. Pada tanggal 24 Februari lava mulai mengalir menuruni lereng utara gunung.

Pada tanggal 17 Maret, gunung berapi meletus, mengirimkan puing-puing 8-10 km ke udara dan menghasilkan aliran piroklastik yang besar. Arus ini banyak menghancurkan desa-desa, menewaskan sekitar 1500 orang. Sebuah letusan kedua pada 16 Mei menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 penduduk lain.


4. Krakatau (VEI=6)
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883.

Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia.

Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.



Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.


Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska.

Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.


3. Maninjau (VEI=7)



Kaldera Maninjau dibentuk oleh letusan gunung berapi diperkirakan terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu. Simpanan dari letusan telah ditemukan dalam distribusi radial sekitar Maninjau membentang hingga 50 km di sebelah timur, 75 km di tenggara, dan barat ke pantai ini. Memiliki volume 220-250 km ³ dan panjang 20 km dan lebar 8 km.


2. Gunung Tambora (VEI=7)
Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.

Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000 - 12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.

Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia.

Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.



Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.


1. Toba Supervolcano (VEI=8)
Merupakan letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah diketahui di planet Bumi ini. Dan hampir memusnahkan generasi umat manusia di planet Bumi.
73.000 tahun yang lalu letusan dari supervolcano di Indonesia hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Hanya sedikit yang selamat. Dan setelah Tsunami Gunung Berapi Di Indonesia menjadi Aktif sekali lagi dan mengancam umat manusia.



Letusan ini tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang telah dialami di bumi sejak masa dimana manusia bisa berjalan tegak. Dibandingkan dengan SuperVolcano Toba, bahkan krakatau yang menyebabkan sepuluh ribu korban jiwa pada 1883 hanyalah sebuah sendawa kecil.

Padahal krakatau memiliki daya ledak setara dengan 150 megaton TNT. Sebagai perbandingan: ledakan Bom Nuklir hiroshima hanya memiliki daya ledak 0,015 megaton, dan secara lisan maka daya musnahnya 10.000 kali lebih lemah dibanding krakatau.

Seperti yang telah diketahui oleh para ilmuwan, toba hampir memusnahkan umat manusia 73.00 tahun yang lalu. Saat itu manusia neanderthal menghuni bumi kita bersamaan dengan homo sapiens di eropa, serta homo erectus dan homo floresiensis di asia.

Saat itu sangat dingin di eropa, Zaman es terakhir ini berjalan lancar dimana kijang, kuda liar dan rusa raksasa diburu. Selain makanan herbivora, mammoth dan badak berbulu juga seringkali menjadi menu makanan manusia.

Toba, dengan diameter 90 kilometer di pulau yang sekarang dikenal dengan nama Sumatera, meletus dengan sangat dahsyat. Bersamaan dengan gelombang besar tsunami, ada 2.800 kilometer kubik abu yang dikeluarkan, yang menyebar ke seluruh atmosfir bumi kita. Yang mungkin telah mengurangi jumlah populasi manusia menjadi hanya sekitar 5000 sampai 10.000 manusia saja.

Sebenarnya manusia jaman sekarang berasal dari beberapa ribu manusia yang selamat dari letusan super volcano Toba 73.000 tahun yang lalu. Oleh karena itu Gunung berapi di Indonesia bertanggung jawab atas hampir musnahnya umat manusia.



Dan Dari 60 hingga 70 gunung berapi yang dapat ditemuai di area tersebut (Indonesia) sekarang, beberapa diantaranya menjadi aktif kembali dalam beberapa bulan maupun beberapa minggu setelah gempa di dasar laut pada bulan Desember 2004.

Walaupun Toba sampai saat ini masih tertidur jauh dan aman dibawah sebuah laut besar yang menyandang nama sama di Sumatera Utara, banyak orang yang takut apabila suatu saat Gunung Berapi aktif di Talang yang berada 300 kilometer di selatan Toba meletus, bisa membangunkan Raksasa yang tertidur.

Vulkanologis Prof. Ray Cas mengatakan 'Hal itu mungkin saja terjadi, tapi bila Toba siap untuk meletus dan kejadian diatas bukanlah satu-satunya indikasi akan kejadian tersebut."

Sang ahli tersebut berpikir bahwa mungkin saja suatu hari nanti letusan besar lain akan terjadi tapi hal itu baru akan mungkin terjadi sekitar 10.000 atau bahkan 100.000 tahun lagi. Tetapi biar bagaimana pun tidak semua hal dapat diprediksi.


Sumber :
opinibureto.blogspot.com